Kamis, 27 September 2012

Penelusuran Silsilah Keluarga





Pada suatu hari, disaat raja Rum berzdikir ( Raja ALGABAH/ CATBAH ) mendapat wisik atau perintah “ yang dunia akan aman sentausa jika raja Al – Gabah mengisi sebuah pulau yang kosong dan tak berpenghuni di sebelah timur laut. Kerajaan Rum bernama kerajaan Brushah atau sekarang Turki wilayah asia. Setelah itu dipanggillah maha patih Rum yang bernama AMIRUL SYAMSU untuk mencari pulau tersebut.

Semua saudagar telah di kumpulkan tapi belum ketemu juga akhirnya menemukan seorang saudagar yang bernama Kyiai Imam Musya yang tau tempat tersebut, kata kyiai musa memang ada sebuah pulau yang letaknya di timur laut yang tidak berpenghuni dan sangat angker sekali serta siapapun yang menginjakkan kakinya disitu akan “Dijemput Maut”. Adapun sebelah timur tersebut terdapat lautan luas yang tidak ada pulaunya sama sekali

KEDATANGAN BANGSA RUM YANG I

Akhirnya dipersiapkanlah 20.000 keluarga untuk di kirim ke pulau angker tersebut, dan pada waktu itu tahun rum 437 bulan ANNISA, atau 5.306 terhitung tahun rembulan serta 5.154 dihitung tahun matahari setelah nabi ADAM. Keberangkatan ke pulau angker tersebut di kawal oleh Patih Amirul Syamsu dan Jaka Aji Saka, disinilah mulai di hitung sebagai tahun 1 Caka.

Aji Saka atau Jaka Sengkolo adalah seorang raja India yang bernama Prabu Isaka, putranya Bethara Hanggajali, ibunya dari Negara Najran Sarkil, sedangkan Hangajali anaknya Empu Ramadi, setelah kalah perang berlari ke wilayah Rum.

Setelah mengantar patih Amirul Syamsu Kembali ke Rum, dan pada bulan Palguna, Tahun Kalayuti yang di Beri “ Candra Sengkala Geni Tiba atau tahun 003 Caka “ diserang oleh kelompok Gaib yang berupa Wabah ganas sehingga 20.000 keluarga tinggal 10.000, tidak lama kemudian diserang lagi dengan kobaran api yang menyerang dari empat penjuru kemudian melarikan diri ke padang TEGAL PARAMA berhasil lolos hanya 200 keluarga yang akhirnya tinggal 20 keluarga itupun sangat ketakutan dan meninggalkan pulau jawa dengan naik perahu seadanya. ( Catatan : Jawa masih sambung dengan Sumatra, madura, bali dan Lombok). Pada ahirnya sampai di Negara Rum tahun 004 ditandai dengan Condro Sengkolo “Toyo Muluk ing Gegono”.

Kesedihan sultan atas peristiwa tersebut akhirnya memerintahkan patih untuk memanggil Pandito, Ulama` dan Jamhur ke istana, kemudian pada Bulan Manggasri, tahun Rahuci atau pada tahun ke 5 Caka ( Toto Sonyo Tanpo Barakan ) di pimpin oleh Raja Pendeta Usman Aji      ( Raja Pendeta Bani Israel ) dan rombongan mengelilingi pulau jawa untuk memulai penumbalan. Menginjak tahun ke 6 Caka ( Hangas Pecahing Awang awing ) Raja Pendeta bertemu muridnya (Ajisaka) pada waktu itu juga, Raja pendeta menambahi ilmu kepada Ajisaka. Selanjutnya pemasangan tumbal dibagi menjadi 5 bagian, Utara, Timur, selatan dan utara di tengah tengah di pasang di gunung TIDAR ( sekarang wilayah Kedu). Kelima ulama` dan pendeta tersebut masing menempati lokasi tumbal yang telah di pasang dan pada hari ke 8 terdengar gemuruh dari segala arah bersahut sahutan tidak ada henti hentinya siang dan malam, gempa pun tidak terelakan gunung gunung berapi pun mulai meledak, pohon tumbang kemana mana, tanah longsor, airpun meluap kemana mana dekarenakan reaksi dari lima tumbal dari ulama` dan pendeta tersebut.

Jin, Setan, siluman dan para lelembut penghuni pulau jawa berlarian mecari hidup, tidak kuat melawan tumbal yang telah dipasang oleh Usman Aji, kemudian mereka berlari dan mengungsi ke gua gua, ke jurang jurang, dank e laut selatan. Reaksi tersebut kurang lebih memakan waktu 21 hari, setelah lewat yang tadinya suasana gelap gulita menjadi terang benderang, ahirnya rombongan kembali ke Rum terhitung bulan Jita tahun Triya Dawari ( 444) atau tahun 7 Caka
 .
KEDATANGAN BANGSA RUM YANG II

Raja memanggil patih dan Aji saka untuk menyiapkan orang orang yang akan di kirim lagi ke pulau jawa, yang pada waktu itu Ajisaka di ikuti oleh adik adiknya yaitu : Empu Bratandang, Empu Broruni dan Empu Braradya. Disiapkankannya bangsa Hindustan dengan seijin raja “Hyang Jagat Nata” dan di beri orang buangan Keling sebanyak 15.000 keluarga, dari pulau Kanthi (P.Selon) sebelah selatan Hindustan 2000 Keluarga, dan singgah di siyem mendapat 3000 orang. Semua genap 20.000 orang lengkap beserta hewan piarannya dan merekapun melakukan  perjalanan  lewat  pulau Kencana (Kalimantan) pada bulan Asuji, tahun tisimuka ( 0008 Caka )

Setelah . ( Menurut sumber lain mengatakan bahwa kemudian ada susulan dari rum yang di pimpin oleh Said Jamhur Muharram yang membawa penduduk Rum sebanyak 20.000 orang)
Setelah beristirahat 1o bulan di pulau kencana rombongan tersebut berangkat ke pulau Jawa. Dibagi menjadi 2 bagian. Yang 20 perahu menuju pulau bawean dan yang 20 perahu ke Pulau Paminihan ( P. Madura) Namun di temapt tersebut banyak yang diserang penyakit dan dimakan binatang buas, sehingga waktu di hitung yang di Bawean tinggal 8.997 keluarga (Janda dan duda lebih dari 105 serta ketambahan anak-anak) Sedangkan di pulau paminihan tinggal 2.716 (janda dan duda lebih dari 87) kemudian oleh Ajisaka dijadikan satu menjadi 11.172 keluarga.

Ajisaka kemudian mengambil orang lagi dari pulau kencana sebanyak 6.505 keluarga, dan dari makasar 2.325 keluarga jadi semuanya menjadi 20.003 keluarga, waktu itu P. Bawean ditebangi hutannya pada Caka tahun 9.

Kemudian Aji Saka mebagi menjadi 4 rombongan lagi yang masing masing di pimpin oleh adik adiknya, Sebagian ke P. Paminihan ( Madura ), untuk membuka hutan disana. Perjalanan di lanjutkan ke Gunung Rajabasa ( Lampung ) disitu kebanyakan orang orang dari pulau Kencana, Sebagian ke gung Kendeng ( Rembang ) dan sebagian lagi langsung ke selatan di nusa Barong ( Mataram) di tempat itu kebanyakan adalah orang orang dari makasar.

Setelah selesai tugas Patih AMIRUL SYAMSU kembali ke Rum untuk melaporkan tugasnya, Rajapun bergembiran namun juga bersedih karena Aji Saka tidak kembali ke Rum melainkan menetap di pulau jawa, kejadian itu di catat terjadi pada bulan Srawana, tahun Suharja sedangkan tahun Caka 10. dari sumber lain juga di tulis bahwa 20.000 orang rum yang di pimpimpin oleh Said Jamhur Muharam dikembalikan ke RUM sebab diaanggap meropotkan dikarenakan jumlah yang terlalu banyak disamping itu juga bentuk tubuh orang Rum dan Orang keeling sangat berlainan sekali. Disinilah peradaban jawa di mulai.



A.  KERAJAAN SALAKANAGARA
Masa pemerintahan kerajaan ini dari tahun 200 SM (menurut catatan sejarah dari India yang menyebutnya sebagai Java Dwipa) sampai tahun 362 M. Tokoh awal dari kerajaan ini bernama Aki Tirem. Kerajaan ini berkedudukan di Teluk Lada Pandeglang namun ada juga yang menyatakan kerajaan ini berkedudukan di sebelah Barat Kota Bogor di kaki gunung Salak, konon nama gunung Salak diambil dari kata Salaka.
1.    Dewawarman I 130-168 M Prabu Darmalokapala Aji Raksa Gapura Sagara
2.    Dewawarman II 168-195 M Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra
3.    Dewawarman III195-238 M Prabu Singasagara Bimayasawirya
4.    Dewawarman IV 238-252 M Menantu Dewawarman II
5.    Dewawarman V 252-276 M Menantu Dewawarman IV
6.    Mahisa Suramardini Warmandewi 276-289 M isteri Dewawarman V
7.    Dewawarman VI 289-308 M Sang Mokteng Samudera
8.    Dewawarman VII 308-340 M Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati
9.    Sphatikarnawa Warmandewi 340-348 M
10.  Dewawarman VIII348-362 M Prabu Darmawirya Dewawarman
11.  Dewawarman IX  Mulai 362 M telah menjadi kerajaan bawahan Tarumanagara

B.  KERAJAAN TARUMANAGARA
       
1.   Rajadirajaguru Jaya Singawarman taun 358 - 382 M
2.   Dhamayawarman taun 382 - 395 M
3.   Sri Purnawarman taun 395 - 434 M
4.   Wisnuwarman taun 434 - 455 M
5.   Indrawarman taun 455 - 515 M
6.   Candrawarman taun 515 - 535 M
7.   Suryawarman taun 535 - 561 M
Tahun 526 menantu Suryawarman yang bernama Manikmaya mendirikan kerajaan baru di wilayah Timur (dekat Nagreg Garut) yang kemudian cicit dari Manikmaya yang bernama Wretikandayun mendirikan kerajaan baru tahun 612 yang kemudian dikenal dengan nama kerajaan Galuh.

8.   Kertawarman taun 561 - 628 M
9.   Sudhawarman taun 628 - 639 M
10. Hariwangsawarman taun 639 - 640 M
11. Nagajayawarman taun 640 - 666 M
12. Sang Linggawarman taun 666 - 669 M

1.Anak yang bernama MANASIH menikah dengan TARUSBAWA yang kemudian melanjutkankerajaan Tarumanagara dengan nama kerajaan Sunda. Karena Tarusbawa merubah nama kerajaan Tarumanagara menjadi SUNDA, PAKUAN, GALUH, KAWALI, SAUNGALAH
2.Anak Linggawarman yang bernama SOBAKANCANA menikah  dengan  DAPUTAHYANG SRIJAYANASA yang kemudian mendirikan kerajaan SRIWIJAYA

C.  KERAJAAN SUNDA/GALUH/SAUNGGALAH/PAKUAN
CIKAL BAKAL BERDIRINYA KERAJAAN MAJAPAHIT
01. Tarusbawa (670 – 723)
02. Sanjaya/Harisdarma/Rakeyan Jamri (723 –732)
ibu dari Sanjaya adalah putri SANAHA dari Kalingga sedangkan ayahnya adalah BRATASENAWA (raja ke 3 kerajaan Galuh) Sanjaya adalah cicit dari Wretikandayun (kerajaan Galuh) Sanjaya kemudian menikah dengan anak perempuan Tarusbawa yang bernama Tejakancana.
03. Rakeyan Panabaran/Tamperan Barmawijaya (732 - 739)
adalah anak Sanjaya dari istrinya Tejakancana. Sanjaya sendiri sebagai penerus ke 2 kerajaan Sunda kemudian memilih berkedudukan di KALINGGA yang kemudian mendirikan kerajaan MATARAM Kuno dan WANGSA SANJAYA(mulai 732)
04. Rakeyan Banga (739 – 766)
05. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 – 783)
06. Prabu Gilingwesi (783 – 795)
07. Pucukbumi Darmeswara (795 – 819)
08. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819 – 891)
09. Prabu Darmaraksa (891 – 895)
10. Windusakti Prabu Dewageng (895 – 913)
11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913 – 916)
12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa (916 – 942)
13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942 – 954)
14. Limbur Kancana (954 – 964)
15. Prabu Munding Ganawirya (964 – 973)
16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973 – 989)
17. Prabu Brajawisesa (989 – 1012)
18. Prabu Dewa Sanghyang (1012 – 1019)
19. Prabu Sanghyang Ageng (1019 – 1030)
20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030 – 1042)
Ayah Sri Jayabupati (Sanghyang Ageng) menikah dengan putri dari Sriwijaya (ibu dari Sri Jayabupati) sedangkan Sri Jayabupati sendiri menikah dengan putri Dharmawangsa (Adik Dewi Laksmi istri dari Airlangga)
21. Raja Sunda XXI
22. Raja Sunda XXII
23. Raja Sunda XXIII
24. Raja Sunda XXIV
25. Prabu Guru Dharmasiksa
26. Rakeyan Jayadarma, bersitri Dyah Singamurti mempunya anak bernama NARARYA SANGGRAMA WIJAYA atau disebut RADEN WIJAYA  Raja Kerajaan Majapahit pertama.

KEN AROK dan KEN DEDES
I  
Mahesa Wongateleng,
I
Mahesa Campaka
I
      Lembu Tal
I
DIYAH SINGAMURTI
Diperistri RAKEYAN JAYADHARMA (galuh generasi 26 )
I
RADEN WIJAYA, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 - 1309)

D.  KERAAJAAN PAJAJARAN
(Lanjutan generasi ke 26 kerajaan Galuh – RAKEYAN JAYADHARMA)

27. PRABU RAGASUCI (1297 – 1303)
28. Prabu Citraganda (1303 – 1311)
29. Prabu Lingga Dewata (1311 – 1333)
30. Prabu Ajigunawisesa (1333 – 1340) menantu Prabu Lingga Dewata
31. Prabu Maharaja Lingga Buana (1340 – 1357)
32. Prabu Mangkubumi Suradipati/Prabu Bunisora (1357 – 1371) adik Lingga Buana
33. Prabu Raja Wastu/Niskala Wastu Kancana (1371 – 1475) berahirnya kerajaan GALUH
Setelah Prabu Raja Wastu meninggal dunia Kerajaan Terpecah Menjadi 2
-    Permaisuri keduanya adalah Mayangsari putri sulung Prabu Mangkubumi Suradipati/Bunisora memiliki anak yang bernama NINGRAT KENCANA setelah MENJADI RAJA GALUH bergelar PRABU DEWANISKALA Kerajaan

-    Anak dari Prabu Lingga Buana (31). Istri pertamanya bernama Larasarkati dari Lampung memiliki anak bernama Sang Haliwungan setelah MENJADI RAJA SUNDA bergelar PRABU SUSUKTUNGGAL

Putra Prabu Dewaniskala bernama Jayadewata, mula-mula menikah dengan Ambetkasih putri dari Ki Gedeng Sindangkasih kemudian menikah lagi dengan Subanglarang (putri Ki Gedeng Tapa yang menjadi raja Singapura) setelah itu ia menikah lagi dengan Kentringmanik Mayang Sunda, putri Prabu Susuktunggal.
Pada tahun 1482 Prabu DEWA NISKALA menyerahkan kekuasaan kerajaan Galuh kepada puteranya (JAYA DEWATA), demikian pula dengan PRABU SUSUKTUNGGAL, ia menyerahkan tahta kerajaan kepada menantunya (JAYA DEWATA), maka jadilah Jayadewata sebagai penguasa kerajaan Galuh dan Sunda dengan gelar Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan nama
PRABU SILIWANGI (Kerajaan Pajajaran,1482 – 1521)
01.  Sri Baduga Maharaja PRABU SILIWANGI (1482 – 1521)
Pada masa inilah kerajaan Pajajaran mengalami kemajuan serta kemakmuran.
02.   Surawisesa (1521 – 1535)
03.   Ratu Dewata (1535 – 1543)
04.   Ratu Sakti (1543 – 1551)
05.   Raga Mulya (1551 – 1579)


E.      RADEN WIJAYA ( PENDIRI KERAJAAN MAJAPAHIT )
(Lanjutan generasi ke 26 kerajaan Galuh – RAKEYAN JAYADHARMA >< DYAH SINGHAMURTI)

14.   RADEN WIJAYA, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 - 1309)
15.   Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (1309 - 1328)
16.   Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 - 1350)
17.   Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (1350 - 1389)
18.   Wikramawardhana (1389 - 1429)
19.   Suhita (1429 - 1447)
20.   Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (1447 - 1451)
21.   Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (1451 - 1453)
22.   Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (1456 - 1466)
23.   Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (1466 - 1468)
24.   Kertabumi, bergelar Brawijaya V, SUNAN LAWU, (1468 - 1478)
1.      Beristri Dewi Anarawati. Permaisuri beliau ini beragama Islam. Dia adalah adik ipar Syeh Ibrahim As-Samarqandi yang terkenal di Jawa dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi atau bibi dari Sunan Ampel atau Raden Ali Rahmad atau Bong Swie Hoo Menurunkan RADEN PATAH
2.      Beristri Dewi Wandan Sari / Putri Wiring Kuning mempunyai keturunan bernama LEMBU PETENG/ BONDAN KEJAWEN
25.   Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (1478 - 1498)
26.   Hudhara, bergelar Brawijaya VII (1498-1518)[23]

F.  GENERASI ANAK CUCU/ KETURUNAN
BONDAN KEJAWEN/ LEMBU PETENG dan DEWI RETNO NAWANGSIH
( Nawang Sih, anak dari KI Ageng  Tarub dan Dewi Nawang Wulan)


  1. Prabu BRAWIJAYA V Beristri PUTRI WIRING KUNING/ DEWI WANDAN SARI berputra 1 orang laki laki Lembu Peteng, oleh romonya di titipkan untuk di asuh oleh Kiyai AGENG TARUB  yang akhir nya di ambil menantunya.
  2. LEMBU PETENG /Bondan kejawen /Kiageng Tarub II Beristri DEWI NAWANG SIH       ( Putri ke 3 Perkawinan Joko Tarub dan Nawang Wulan yaitu saudari dari Nawang sasi dan Nawang Arum, )  mempunyai anak
2.1  Ki Ageng Wonosobo Berputra Pangeran Made Pandan atau 
       PANDAN ARANG yang akan menurunkan Kiyai Imam Syuhada' atau 
       Rng Singodipo Soedirman Mojodadi, Selorejo Mojowarno 
       Jombang Jawa Timur
2.2.  Ki Ageng Getas Pandowo (Ki Abdulloh)
2.3. Nyai Siti Rochmah Roro Kasihan  Puteri (dinikahkan dengan Ki Ageng Ngerang 
       putra Syeh Maulana   Malik Ibrahim ) hingga terkenal dengan nama 
       Nyai Ageng Ngerang dan mempunyai 2 orang anak Yang Pertama Putri 
       kemudian no 2 putra

  1. KI AGENG GETASPENDOWO ( Kiyai Abdullah / Ki Ageng Tarub III ) Mempunyai 6 orang Anak  1 laki laki bernama Abdurrohman Susilo
3.1.   Ki Ageng Selo,
3.2.   Nyai Ageng Pakis,
3.3.   Nyai Ageng Purno,
3.4.   Nyai Ageng Wanglu,
3.5.   Nyai Ageng Bokong,
3.6.   Nyai Ageng Adibaya.

  1. KI AGENG SELO ( Kiyai Abdurrohman Susilo ) niikah dengan NYAI BICAK Mempunyai 7 orang anak 1 laki laki bernama Ki Ageng Anis/ Enes
4.1. Nyai Ageng Lurung Tengah,
4.2. Nyai Ageng Saba 
4.3. Nyai Ageng Basri,
4.4. Nyai Ageng Jati,
4.5. Nyai Ageng Patanen,
4.6. Nyai Ageng Pakis Dadu, dan bungsunya putra laki - laki bernama
4.7. Kyai Ageng Enis.

  1. Kiyai AGENG ANES atau ki Ageng LAWEYAN
  2. Kiyai AGENG PEMANAHAN ( Sopati Ing Ngalogo ) menikah dengan NYAI SABINAH  putri sulung KI AGENG SOBO Berputra
  3. Kiyai AGENG SUTOWIJOYO (Raden Mas Ngabehi Loring Pasar - Mataram)
  4. Raden MAS JOLANG (mataram)
  5. Pageran KAJORAN ( mataram)
  6. Pangeran ARYO PRINGGOLOYO Berputra
  7. Raden BAHUREKSO (kiyahi Bahurekso-Babad Tanah Kendal - Bupati Kendal) Berputra
  8. Pangeran DERPO SENTONO Berputra
  9. Kiyai ABDUL IMAM/ R. MAS ABDUL IMAM (bupati Sumoroto ponorogo)Sumare di pengkot sumoroto ponorogo Berputra
  10. Kiyai NOLOJOYO / DUGEL KESAMBI / Ki AGENG PRONGKOT (bupati Sumoroto ponorogo)Sumare di pengkot sumoroto ponorogo Ber putra
  11. Kiyai  AGENG BAGUS HARUN / KI AGENG BASHORIYAH Sewulan Madiun,   Berputra 9 Orang yaitu :
15.1.      Nyai Muhammad santri
15.2.      Nyai Mahali
15.4.      Kiyai Raden Mas Tafsiruddin Onggowijoyo Magetan
15.5.      Kiyai Raden Mas Ahmad Ngali Penghulu Kertosono
15.6.      Kiyai Raden Mas Muhammad Suriyyah Selosari dagangan Madiun
15.7.      Kiiyai Mahalli Perdikan winong tulung agung
15.8.      Kiyai Raden Mas Wongsoriyah di pulosari Sumororoto Ponorogo
15.9.      Kiyai Raden Mas Umar sidik Babatan Kanten Ponorogo

  1. Nyai SANTRI  di peristri Kyai SANTRI mempunyai 5 orang anak

16.1.    Kiyai Raden Mas Maklum Sewulan madiun
16.2.    Kiyai Raden Mas Hasan bashori sewulan madiun
16.3.    Kiyai Raden Mas Tafsiruddin II di Sewulan madiun 
16.4.    Raden Mas Sosro dirjo sumare ing sewulan madiun
16.5.    Nyai Affiyah sumare ing Mijoduwur nganjuk

  1. Kiyai TAFSIRUDDIN II  Sewulan madiun ( Mempunyai 16 Orang anak )

17.1.     Kyiai Raden MasBuntoro -- Kiyai ILYAS  sampai ke Kiyai Abdurrahman Wahid 
17.2.     Kiyai Raden Mas jekso
17.3.     Kiya Raden Mas i mukibar
17.4.     Nyai belandung pagotan uteran
17.5.     Nyai Muntoha  Gambiran
17.6.     Nyai ngabdul Latif Pagotan ngelames
17.7.     Nyai Ngali Zen Ponongko, pucang rejo Juwan Madiun
17.8.     Kiyai Raden Mas Imam Rejo Pohnongko Paron Ngawi
17.9.     Kiyai Raden Mas Irodirjo Pucang anom delopo
17.10. Kiyai Raden Mas Aruman
17.11. Nyai Umuk Penarip Sooko Mojokerto
17.12. Nyai Idris Bendungan Nganjuk
17.13. Kiyai R Raden Mas Rejo Muhammad Sewulan Madiun
17.14. Kiyai Raden Mas Khasan Rejo  Sewulan Madiun
17.15. Kiyai Raden Mas Sastri Irono Sewulan Madiun
17.16. Kiyai Raden Mas Chasan Warjoyo Ngagel, selembur, delopo

  1. NYAI UMUK Penarip Sooko Mojokerto Berputra 1 Orang bernama
18.1.      Kiyai Rofi`I Yang menetap di Kuncen Mojokerto

  1. Kiyai ROFI`I Kuncen Mojokerto Beliau berputra 6 Orang
19.1.    Nyai ruqoiyyah, sinoman Mijokerto
19.2.    Nyai Syafurah Ponpes Penarip Mojokerto
19.3.    Nyai Chalimah Pekukuhan Mojosari
19.4.    Abdul Alim Sinoman Mojokerto
19.5.    Abdul Mu`in Sinoman Mojokerto
19.6.    Umi Kulsum Penarip Mojokerto

  1. Nyai SYAFURAH  Di peristri Kiyai ILYAS ( Ponpes Penarip Mojokerto )
20.1.    Nursalim Mojokerto
20.2.    Nyai Maisyaroh Penarip Mojokerto
20.3.    Ahmad Penarip Mojokerto
20.4.    Mohammad Thoyib Penarip Mojokerto
20.5.    Muhammad Shidiq Penarip Mojokerto
20.6.    Nyai JUWARIYAH  
20.7.    Kiyai Isma`il

  1. Nyai JUWARIYAH Diperistri K. H. GHOZALI ( Ponpes Mojodadi, Selorejo Mojowarno Jombang mempunyai 10 orang anak)
21.1.          H. Masduqi, Kandangan Pare Kediri
21.2.          Nyai Siti Chiriyah Mojodadi di nikahi Kiyahi Jauhari Indramayu Jawabarat
21.3.          Nyai Sholkhah Mojodadi Mojowarno Jombang
21.4.          Dawam ( Alm)
21.5.          K. Ahmad Dimyati Alm Sroyo Dlanggu Mojokerto
21.6.          Nyai Saudah, Mlaras Sumobito Jombang
21.7.          K. Ahmad Baidlowi SEmobiti Melaras  Jombang
21.8.          Nyai Rochimah ALM
21.9.          Sonhaji Sememi tandes Surabaya
21.10.      K. Ahmad Syaifuddin  menikahi Nyai Alwiyah Mojodadi Mojowarno Jombang





















7 komentar:

  1. terima kasih atas penjelasan di artikelnya yang menarik,semoga penjelasan ini bermanfaat bagi yang membacanya>amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama. dan saya berharap mohon masukannya agar bisa lebih banyak yang saya ketahui dan manfaat untuk kita semua

      Hapus
  2. Subhanalloh ! Saya seneng banget ilmu silsilah, trimakasih ! ( 28122013 )

    BalasHapus
  3. Mohon maaf atas kelancangan saya,
    pada bagian (153. Nyai mansur Tawangsari) bukan di Ponorogo tetapi di Tulungagung, dan menjadi/mendapat tanah perdikan yang diperkuat oleh dua serat kekancingan dari sultan pakubuwono dan hamengkubuwono. Hingga saat ini komplek ndalem tersebut masih terjaga.
    Sekali lagi mohon maaf jika ternyata saya yang keliru, tidak ada niat selain belajar dan menghormati leluhur.

    BalasHapus